REKTOR GELAR DIALOG AKADEMIK BERSAMA MAHASISWA PASCASARJANA UNIKI

Spread the love

news.uniki.ac.id – Bireuen. Rektor Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI), Prof. Dr. Apridar, S.E., M.Si, di dampingi Wakil Rektor, Pimpinan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) serta dosen S2 Magister Manajemen melakukan dialog akademik yang dikemas dalam Temu ramah dengan para mahasiswa Pascasarjana yang sedang mengikuti program Magister Manajemen (S2) UNIKI, Sabtu (27/02/2012) berlangsung di Aula Utama Kampus UNIKI, Blang Bladeh Kabupaten Bireuen – Aceh. 

Foto: Arahan Rektor UNIKI dalam dialog akademik dengan Mahasiswa

Kegiatan ini pada mulanya karena adanya permintaan pimpinan mahasiswa tersebut, diantaranya, Nurdin, angkatan-1, yang merupakan pegawai pada Sekretariat DPR Kabupaten Bireuen, juga Anwar, mahasiswa angkatan-III yang bekerja sebagai guru SMA di Bireuen. kepada pihak Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Kerjasama dan Kehumasan. Ada beberapa hal yang diinginkan mahasiswa, sebut Warek III, Drs. Win Konadi, M.Si.  Pertama, keinginan bertemu dan bersilaturahmi dengan Rektor baru UNIKI, karena Prof. Apridar, beberapa minggu lalu telah dikukuhkan sebagai Rektor UNIKI, menggantikan Dr. Marwan, M.Pd yang telah usai masa pengabdiannya.  Kedua,  kegiatan tersebut dalam rangka membahas keberlangsungan pendidikan kuliah di kampus selama new normal tahap dua pandemi covid-19. Ketiga, yang lebih mendalam, sebut Konadi, adanya beberapa hambatan para mahasiswa terkait dengan izin belajar bagi pegawai yang berasal dari Kabupaten Bireuen.  Hal ini berkorealsi dengan level akreditasi program, tutup Konadi.

Foto: Para mahasiswa antusias mengikuti Dialog terbuka dengan Rektor UNIKI (27/02/2021)

Dialog Rektor dan mahasiswa dengan suasana ramah tamah ini, di ikuti sekitar 80 mahasiswa.  Mulai dari perwakilan angkatan-1 sampai angkatan-5.  Hadir juga, Wakil Rektor I Bidang Akademik, Dr. Zainuddin Iba, SE., M.Si yang juga masih sebagai Pj. Kaprodi S2 MM.  Lalu Wakil Rektor II, Chairul Bariah, S.E., M.M,  Dekan FEB UNIKI, Dr. M. Yusuf A. Samad, S.Pd.I, M.M, Ketua LPPM, Dr. Azhari, S.E., M.Si, CA, dan Sekretaris Prodi S2 MM, Kamaruddin, S.Pd., M.M.

Apridar, mantan Rektor Unimal Lhokseumawe ini, dalam dialog dengan mahasiswa, lalu menyatakan; “Kami, seluruh pimpinan Universitas dan Fakultas, telah membahas beberapa hal yang menjadi pedoman dalam rangka menjalankan dan melaksanakan sistem dan model pembelajaran yang program pascasarjana.  Alhamdulillah, dalam kondisi covid’19 pun proses pembelajaran dapat berjalan lancar, dengan model hybrid e-learning, yakni kuliah dengan model penggabungan tatap muka dan online atau daring, sebut Rektor.

Alhamdulillah, baru seminggu lalu, kita juga telah me-yudisium mahasiswa angkatan-1 sejumlah 22 orang, dan saat ini sedang proses pengusulan ijzah dan wisuda, tambah penulis buku Ekonomi Syariah ini.  Saya harapkan, semua mahasiswa selalu dapat mengikuti proses, karena pendidikan itu perlu proses.  Hal ini di imbangi dengan kesabaran dan ketekunan, sebut Apridar.  

Sebagai contoh, sebut Apridar, adanya waktu proses dan juga termasuk kendala dalam proses akreditasi program studi S2 Manajemen lalu, sehingga harus menunggu sampai 5 bulan untuk mendapatkan akreditasi perdana dengan peringkat akreditasi Baik.  Juga perlu bersabar, untuk dapat disosialisasikan kepada semua pemangku kepentingan, makna dan arti dari keberhasilan S2 MM UNIKI, di tahun ketiga ini mampu mendapatkan pengakuan Kementerian, melalui Tim Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).  Dimana, dengan meyakinkan, pemerintah memberi penghargaan dan menilai layak pada program studi ini.  Dengan menyatakan, semua perangkat yang diminta dalam 9 kriteria penilaian dianggap telah menjalankan dengan Baik.  Mulai dari konsep dan visi misi dan tujuan yang digariskan, tata pamong, peminat mahasiswa yang terus meningkat, kecukupan dan kualifikasi dosen dianggap baik, sampai pelaksanaan Tri Darma, telah berjalan dengan baik.

Beberapa mahasiswa angkatan-1 dan 2 yang sudah menjalankan sidang Magister, berterimakasih atas upaya cepat pihak UNIKI dan sekretarist program pascasarjana MM ini.  Malah beberapa diantaranya dari mereka mendapat bantuan belajar dari BPSSDM Provinsi Aceh.  Menurut keterangan Sekretaris S2 MM, Kamaruddin, bahwa dari angkatan-1 sampai angkatan – 3 lalu terdapat 21 mahasiswa yang status pegawai memperoleh bantuan belajar dari bantuan 10 juta sampai 15 juta per mahasiswa.

Hal yang banyak disampaikan dalam dialog tersebut oleh mahasiswa, masalah makna akreditasi peringkat Baik, dan masalah izin belajar dari pemerintah daerah yang status mahasiswa pegawai dan guru.  Berkaitan dengan adanya kendala sebagian izin belajar, khususnya mahasiswa berstatus pegawai di Pemda Bireuen, sebut Apridar, kita coba bersabar untuk segera mensosialisasikan persyaratannya.  Yang jelas, kata Apridar, legalitas program studi sudah mendapat kepercayaan pemerintah dengan dikeluarkan SK nomor 4813/SK/BAN-PT/Ak-PKP/M/VIII/2020 dari BAN-PT pada 25 Agustus 2020 lalu dengan peringkat akreditasi Baik.  Namun, seperti mahasiswa laporkan, masih terkendala dengan izin belajar mereka sampai saat ini.  Apridar, menjelaskan di hadapan mahasiswa, untuk bersabar, agar semua pihak dapat menilai dan kita harapkan dapat memahami dan membantu pada akhirnya, harap putra asli Peusangan yang lahir 53 tahun silam.

Diakhir pertemuan, mahasiswa tampak puas, dan meminta acara ini terus dapat Rutin Dilaksanakan, sehingga komunikasi akademik dan non akademik dapat diperoleh secara tepat dan betul.  Acara coffee morning dan temu ramah, disudahi dengan acara foto bersama dan minum kopi bersama.  (Danil/Konedi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *