Mengenal lebih dekat Amiruddin Idris

Spread the love

Dalam Memajukan Pendidikan Tinggi di Aceh

news.uniki.ac.id – Bireuen  (Sabtu, 27/02/2021)

Dr. H. Amiruddin Idris, S.E., M.Si (27/02/2021)

Pria sederhana kelahiran Peusangan Bireuen, 5 Agustus 1957, ini merupakan putra dari Idris Sulaiman (Alm) dan Fatimah Ishak (Almh).  Saat ini memegang amanah di Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPR-Aceh) periode 2019-2024, dan Ketua Pembina Yayasan Kebangsaan Bireuen.

Walaupun beliau anggota DPR-Aceh, tetapi kebanyakan orang Aceh selalu masih memanggil beliau “Pak Rektor”.  Ya memang, jabatan ini sangat melekat dan berkesan pada beliau.  Karena pernah sebagai Rektor pada Kampus terbaik Swasta Aceh, Universitas Almuslim untuk tiga periode. Selain waktu itu beliau juga Dosen Kopertis Wilayah-I dan berganti menjadi LLDikti Wilayah XIII Aceh dengan pangkat/ golongan terakhir Pembina (IV/C) dan Jabatan Akademik Lektor Kepala, sebelum mengambil putusan untuk pension sebagai PNS.   

Foto: Bersama dengan Mahasiswa Jepang yang ikut program Kuliah di Aceh (2018)

Penulis buku Bireuen Segitiga Emas Ekonomi Aceh ini, akrab dipanggil Amir, menamatkan pendidikan SD Tanoh Mirah, SMPN 1 Bireuen dan melanjutkan ke SMAN 1 Bireuen.  Tahun 1981, Lulus Sarjana Muda Pendidikan Ekonomi Perusahaan Fakultas Keguruan Unsyiah. Tahun 1984, lulus Sarjana Pendidikan Ekonomi Perusahaan Fak. Keguruan Unsyiah dan pada tahun itu juga menyelesaikan Sarjana Manajemen.  Lalu pada tahun 2004,  menyelesaikan  Magister  Ilmu  Ekonomi  dan Studi Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan di Unsyiah Banda Aceh.  Terakhir dapat menyelesaikan Program Doktor Ilmu Ekonomi Manajemen dengan sangat cepat (3 tahun) dan berhak memperoleh gelar Doktor Ekonomi Manajemen dari Universitas Pasundan Bandung.

Segudang pengalaman dan karier pekerjaan telah di embannya, antara lain : Guru Akuntansi SMAN & SMKN Peusangan, (1981-1987). Geusyik Kepala Desa Blang Asan Peusangan (1997-2002). Sebagai salah seorang pendiri Perguruan Tinggi Almuslim peusangan.  Pendiri Perguruan Tinggi Kebangsaan Bireuen, dan STMIK Bina Bangsa Lhokseumawe. Pada tahun 2002-2007, dipercayakan sebagai Wakil Bupati Bireuen. 

Tugas yang sangat mulia dipundaknya adalah menjabat Rektor Universitas Almuslim, selama tiga periode, hingga 2019, karena terpilih sebagai anggota legislatif pada DPR-Aceh dari partai PPP.  Selama mengabdi di Universitas Almuslim, mampu membangun, mengangkat harkat dan martabat kampus ini menjadi Perguruan Tinggi Swasta terbaik di lingkungan Kopertis Wilayah-I Sumatera Utara dan Aceh.  Dan setelah Almuslim bergabung dengan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) XIII Aceh, pernah selama 2 kali berturut-turut Universitas Almuslim menjadi jawara, sebagai  kampus terbaik dan terpavorit untuk PTS di Aceh. 

Hasil penilaian kepemimponan yang ditunjukkan oleh Amiruddin, Menteri Ristek Dikti  memberi kepercayaan penuh kepada Universitas Almuslim, melaksanakan Program Sarjana Guru dalam Jabatan (SKGJ, tahun 2009-2015) dan Program Profesi Guru dalam Jabatan.  Amanah untuk Program SKGJ, dapat diselesaikan tepat waktu mensarjanakan guru-guru di 16 Kabupaten/Kota di Aceh dengan jumlah sekitar 6000 guru.

Dalam kehidupan sosialnya, ayah dari Abdul Arif yang baru menyelesaikan Magister Kesehatan Klinis, dan sedang menunggu Spesialis Kulit di Fakutas Kedokteran USU Medan ini, juga aktif dalam organisasi kemasyarakatan dan keilmuan, yakni Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia Orda Bireuen (2010-Sekarang), Salah Satu Ketua Asosiasi PTS Wilayah Sumut-Aceh, dan Ketua Asosiasi LPTK Wil-I Sumut-Aceh (sejak 2011-Sekarang). Selain itu, pada saat bencana  Gempa bumi dan Tsunami di Aceh, memegang posisi Ketua Satlak Penanggulangan Pengungsi dan Bencana Alam Bireuen.  Lalu pernah dipercaya sebagai Ketua Badan Reintegrasi Aceh Damai (BRA) Kab. Bireuen, dan Ketua Badan Narkotika Bireuen.

Pergaulannya juga sangat luwes karena sering juga nonggrong di warung kopi walau segudang kesibukan, sambil mengobrol dengan para pemuda dan orang-tua, termasuk dengan mahasiswa.  Disela-sela berpacu dengan waktu, beliau juga sempat menerbitkan beberapa buku pelajaran, refrensi dan buku popular.  Daantaranya adalah, Ekonomi Publik (173 hal, Penerbit Deepublish, 2018), Pengantar Ekonomi Sumber Daya Manusia (132 hal, Penerbit Deepublish, 2016),  Bireuen Sebagai Segitiga Emas Ekonomi Aceh (2016), dan buku;  Perkoperasian Indonesia (2018)

Saat ini, kiprahnya di dunia politik, tetapi tetap membangun pendidikan untuk Aceh.  Terbukti, beliau di DPR-Aceh mengambil komisi VI bidang Pendidikan, Kebudayaan dan Dayah-Pasantren.  Kesempatan dan kepercayaan ini, tidak di sia-siakan oleh Amir.  Karena dengan memegang power di panggung politik, lebih mumpuni untuk dapat berkontribusi nyata membangun pendidikan dan dayah di provinsi Aceh, dengan program gubernur “Aceh Carong”.

Terkahir, ada prinsip hidup yang sering beliau sebut-sebut dalam pergaulan dan diskusi sehari-hari.  Antara lain, seingat redaksi, Pertama; “Jangan ada kata menyerah dan takut untuk maju, insya Allah dengan niat dan berbuat, akan berhasil”,  Kedua,  “Hidup tidak perlu ragu dan bimbang, bek pike langet hana tiang, akan runtuh”.  Ketiga, “Kalau ada kritikan walau itu sakit jangan lawan,. Tapi lawanlah dengan Kinerja,. Sering di ingatkan kepada semua Dosen dan Stafnya saat memimpin Kampus, “Kalian terus bekerja yang serius dan fokus, tidak perlu membalas kritikan kritikan orang terdahao diri mu dan bangun dengan Kinerja yang baik suatu saat akan menjawabnya, pasti orang yang mengkritik yang tidak sehat itu akan malu sendiri,.

Itulah sekelumit, yang sempat redaksi sajikan, dengan segenap kekurangan.  Moga bisa diambil sebagai pelajaran.  (Konedi)’

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *